Aku datang menemuinya dirumahnya.
Terlihat kedua adiknya sedang bermain di taman rumah bersama orang tua nya. Dan aku sangat bahagia melihat keluarganya bisa utuh dan harmonis. Lalu aku pun melihat dia sedang asik bermain sendiri di taman juga. Langkah kaki ku terhenti dan kuurungkan untuk tidak kulanjutkan. Pikirku sudah cukup tanpa aku dihidupnya sudah bahagia. Aku tak ingin memberi beban terhadap orangtuanya yang sudah pasti menentang hubungan kami. Aku pun tak ingin menyakiti hati mereka. Sudah biarkan aku yang pergi saja. Aku membalikkan badan dan aku lari ke arah depan menyembunyikan diri di tangga pot bunga yang ada di halaman rumah. Aku duduk disitu dan mungkin dia tahu aku ada disitu. Lalu ia menghampiriku dan duduk disebelahku. Aku lupa seberapa banyak ia bertanya. Tapi aku hanya diam saja. Dan sesekali meneteskan air mata. Dia hanya menatapku dengan penuh khawatir. Aku pun masih tetap diam, lalu entah bisikan setan apa yang bisa membuat aku saat itu menerjunkan diri ke kolam renang dengan ketinggian puluhan meter yang ada di depan rumahnya. Ia terkejut dan langsung menolongku yang sudah tak berdaya di air. Karena kepalaku membentur batu yang ada didasar kolam. Ia menangis melihat keadaanku saat itu. Lalu ia segera membawaku ke rumah sakit.
Terlihat kedua adiknya sedang bermain di taman rumah bersama orang tua nya. Dan aku sangat bahagia melihat keluarganya bisa utuh dan harmonis. Lalu aku pun melihat dia sedang asik bermain sendiri di taman juga. Langkah kaki ku terhenti dan kuurungkan untuk tidak kulanjutkan. Pikirku sudah cukup tanpa aku dihidupnya sudah bahagia. Aku tak ingin memberi beban terhadap orangtuanya yang sudah pasti menentang hubungan kami. Aku pun tak ingin menyakiti hati mereka. Sudah biarkan aku yang pergi saja. Aku membalikkan badan dan aku lari ke arah depan menyembunyikan diri di tangga pot bunga yang ada di halaman rumah. Aku duduk disitu dan mungkin dia tahu aku ada disitu. Lalu ia menghampiriku dan duduk disebelahku. Aku lupa seberapa banyak ia bertanya. Tapi aku hanya diam saja. Dan sesekali meneteskan air mata. Dia hanya menatapku dengan penuh khawatir. Aku pun masih tetap diam, lalu entah bisikan setan apa yang bisa membuat aku saat itu menerjunkan diri ke kolam renang dengan ketinggian puluhan meter yang ada di depan rumahnya. Ia terkejut dan langsung menolongku yang sudah tak berdaya di air. Karena kepalaku membentur batu yang ada didasar kolam. Ia menangis melihat keadaanku saat itu. Lalu ia segera membawaku ke rumah sakit.